|
Oleh: Sarah M. Simanjuntak, SE
“Kesan pertama begitu menggoda”. Itulah sepenggal tagline atau slogan pemasaran salah satu produk pengharum tubuh pria. Kesan pertama memang memiliki arti sangat penting terutama ketika sedang mencari pekerjaan. Bila penampilan Anda terkesan tidak "serius", si pewawancara bisa mendapat kesan, Anda tak serius dengan tawaran pekerjaan yang diberikan. Penampilan yang asal-asalan, bisa mencerminkan pribadi yang kurang teratur pula.
Penampilan memang bukan nomor satu dalam wawancara kerja, tetapi menjadi faktor pendukung yang ikut menentukan keberhasilan proses wawancara yang Anda hadapi. Berikut saya bagikan beberapa tips etika berpakaian saat menghadapi wawancara kerja : - Perhatikan cara dan gaya berbusana Anda saat akan menghadapi wawancara kerja. Walaupun belakangan ini busana kerja casual menjadi pilihan busana yang dianggap paling pas dan pantas. Namun dalam menghadapi wawancara, berpakaianlah dengan design yang simple karena Anda bukan akan menghadapi acara pesta. Pakailah pakaian yang rapi dan sopan.
- Bagi kaum wanita, sebaiknya pakailah baju/blouse yang simple dengan rok. Jangan memakai rok pendek atau blouse terbuka. Ingatlah, cara Anda berpakaian mencerminkan bahwa Anda menghargai diri sendiri dan orang lain. Terusan resmi yang simpel (bukan terusan/gaun untuk ke pesta) yang dikombinasikan dengan jaket/blazer resmi, boleh juga menjadi pilihan untuk dipakai saat wawancara. Pilihlah bahan yang nyaman digunakan seperti katun, wol atau sutra dengan warna-warna yang konservatif seperti biru, abu-abu, krem atau hitam. Sebaiknya hindari warna yang mencolok. Ingat pula bahwa pakaian yang salah dapat mengurangi rasa percaya diri Anda.
- Hal sama berlaku bagi kaum pria. Jika Anda mempunyai kemeja ketat dan "berkilau" yang menurut Anda pantas digunakan ketika clubbing bersama teman-teman, jangan berpikir bahwa kemeja itu pantas dipakai untuk wawancara. Ketika wawancara kerja, tidak hanya pengalaman dan kepribadian yang diukur tapi juga penampilan Anda. Untuk itu pertimbangkanlah menggunakan pakaian yang dapat menambah nilai bagi penampilan Anda. Jangan sampai pakaian justru menggangu “pesona” kemampuan profesional Anda.
- Belum terlihat sudah tercium. Kalau Anda termasuk pencinta parfum, ada baiknya pada hari wawancara tidak menyemprotkan parfum terlalu banyak ke sekujur tubuh sehingga belum lagi memasuki ruang wawancara, bau wangi Anda sudah tercium oleh si pewawancara. Anda tak pernah tahu, jangan-jangan si pewawancara alergi aroma wangi Anda.
- Make up dan aksesori berlebihan. Bayangkan betapa akan semakin groginya Anda jika ketika wawancara berlangsung si pewawancara malah mengubah konsentrasinya dengan sibuk memperhatikan gaya dan warna rambut Anda yang mencolok, motif dan warna dasi Anda atau betapa menyalanya eye-shadow, lipstick, perona pipi dan cat kuku Anda. Dan bayangkan betapa sebalnya si pewawancara jika setiap kali menjawab pertanyaan, Anda juga sibuk membereskan serenceng gelang di tangan. Jika tak menginginkan gangguan pada waktu wawancara sedang berlangsung, yang terbaik adalah berpenampilan sederhana tapi penuh wibawa.
- Dress for success. Saat Anda diundang untuk wawancara kerja, Anda akan dinilai mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jadi keseluruhan penampilan Anda haruslah bertujuan untuk memproyeksikan profesionalitas Anda. Segalanya harus bersih dan rapi. Jangan anggap enteng pentingnya kebersihan kuku, sepatu, tas bahkan dompet Anda. Aturlah isi didalamnya. Bawalah pulpen dan kertas kemudian pastikan bahwa pulpennya bekerja dengan baik dan letakkan di tempat yang gampang dijangkau. Khusus untuk sepatu, bagi kaum pria, gunakanlah sepatu resmi dengan kaos kaki warna gelap dan bagi kaum wanita gunakanlah sepatu resmi yang tidak terlalu tinggi. Jika ingin menggunakan stocking, pilihlah yang berwarna netral.
BON COURAGE! Selamat mencoba!
Sumber: http://cda.ipb.ac.id, Rabu, 22 Juli 2009 |